Anak yang tumbuh kurus bukan berarti dikarenakan gizi yang buruk. Tidak ada ibu yang ingin melihat pertumbuhan bayinya terhambat. Tidak ada pula ibu yang senang melihat bayinya kurus seperti kurang gizi. Segala upaya mulai dari memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan, hingga memberikan makanan pendamping ASI yang mengandung nutrisi lengkap, pastinya telah dilakukan ibu untuk mendukung pertumbuhan anak.

Namun kadang segala upaya tersebut seolah-olah tidak membuahkan hasil karena bobot bayi tidak sesuai berat badan ideal anak usianya. Gizi yang buruk selalu jadi kecurigaan pertama terhadap anak yang terlihat kurus. Menurut WHO Grow Chart, seorang anak bisa dikatakan memiliki pertumbuhan yang baik jika memiliki berat dan tinggi badan sebagai berikut.

Tabel Pertumbuhan Anak

UmurBerat Badan Laki-Laki (kg)Berat Badan Perempuan (kg)Panjang Badan Laki-Laki (cm)Panjang Badan Perempuan (cm)
1 bulan3,3 – 5,73,2 – 5,550,8 – 56,849,8 – 57,6
2 bulan4,2 – 6,94,0 – 6,754,4 -62,653,0 – 61,1
3 bulan5,0 – 8,04,6 – 7,557,3 – 65,653,6 – 64,0
4 bulan5,6 – 8,75,0 – 8,359,7 – 68,057,8 – 66,4
5 bulan6,0 – 9,35,4 – 8,961,7 – 70,459,6 – 68,5
6 bulan6,3 – 9,85,8 – 9,363,2 – 71,961,2 -70,3
7 bulan6,7 – 10,36,0 – 9,864,8 – 73,662,7 – 71,9
8 bulan6,9 – 10,76,2 – 10,266,2 – 75,064,0 – 73,5
9 bulan7,2 – 11,16,5 – 10,667,5 – 76,365,3 – 75,0
10 bulan7,4 – 11,46,8 – 10,968,7 – 77,966,5 – 76,4
11 bulan7,1 – 11,76,9 – 11,269,9 – 79,267,7 – 77,8
12 bulan7,8 – 12,07,1 – 11,571,0 – 81,568,0 -79,2
15 bulan8,3 -12,97,5 – 12,374,1 – 84,272,0 – 83,0
1,5 tahun8,8 – 13,78,1 -13,276,9 -87,774,9 – 86,5
2 tahun9,7 – 15,39,0 – 14,881,7 – 93,980,0 – 92,9
2,5 tahun10,5 – 16,810,0 – 16,586,2 – 98,283,6 – 97,7
3 tahun11,3 – 18,310,8 – 18,188,7 – 103,587,5 – 102,6
3,5 tahun12,0 – 19,711,7 – 19,791,9 – 107,891,0 – 107,2
4 tahun12,7 – 21,212,4 – 21,594, 9 – 111,794,0 – 111,3
4,5 tahun13,4 – 22,613,0 – 23,297,6 – 115,597,0 – 115,2
5 tahun14,1 – 24,213,8 -24,9107,0 – 119,0100,0 – 119,0

Tindakan Orang Tua ketika anak terlihat kurus meskipun bukan gizi buruk

Mengetahui bahwa bobot anak masih terbilang kurus kadang membuat ibu merasa khawatir dan cemas jika gizi buruk jadi penyebabnya. Belum lagi ditambah adanya tekanan dari keluarga, baik dari ayah atau sang nenek, yang merasa anak terlihat kurus akibat gizi yang buruk. Tekanan yang timbul dari pihak keluarga seringkali membuat ibu merasa stres, bahkan ada sebagian kecil ibu yang terdorong untuk melakukan perbuatan yang tak terduga.

Misalnya seperti yang telah dilakukan oleh seorang ibu berinisial NP. Seperti dikutip dari detikcom (25/10/2019), ibu berusia 21 tahun tersebut tega menggelonggong anaknya agar gemuk. Dia menggelonggong anaknya itu dengan memberinya air galon sampai delapan cangkir. NP juga mengaku membekap hidup anaknya saat memberinya air minum. Alhasil karena perbuatannya itu anaknya sendiri yang masih berusia 2,5 tahun tewas. Hal sekejam itu ia lakukan karena stres. NP diancam akan diceraikan suaminya apabila anaknya tetap kurus dan tidak bisa gemuk.

Meski tidak sampai menggelonggong anaknya, masalah yang sama juga dihadapi oleh teman saya. Berat badan anak balitanya tidak kunjung naik, meski porsi makannya bertambah. Bahkan teman saya ini telah mencoba berbagai cara, mulai dari memastikan segala kebutuhan gizi terpenuhi sampai menerapkan segala trik yang bisa ia temukan, hanya untuk membuat berat badan anak balitanya naik. Sayangnya hal itu tidak membuahkan hasil.

Meski suaminya tidak pernah mempermasalahkan upayanya, masih ada saja tetangga yang nyinyir berkomentar tentang kondisi anak kurus yang dianggap karena gizi yang buruk. Tidak hanya dari tetangga, tekanan juga datang dari petugas Posyandu yang langsung menilai anaknya mengalami gizi buruk. Hal-hal semacam itu membuat teman saya itu merasa tertekan dan stres.

Faktor Penyebab Anak Kurus selain Gizi Buruk

Lalu benarkah jika anak kurus pasti mengalami gizi buruk? Asupan nutrisi jelas menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi bobot anak di masa pertumbuhannya. Namun selama Anda telah memastikan asupan nutrisinya terpenuhi dan si kecil pun makan dengan lahap, seharusnya Fams tidak perlu khawatir dengan asupan nutrisinya.

Ada dua faktor yang menyebabkan anak memiliki bobot di bawah rata-rata meski makan dengan lahap. Yang pertama adalah faktor genetika. Jika salah satu orang tua, baik ayah atau ibu di masa kecilnya atau sampai sekarang memiliki bobot yang rendah, maka wajar saja jika anak tetap terlihat kurus meski gizi cukup dan tidak buruk.

Faktor yang kedua adalah aktivitas anak. Jika anak makan dengan lahap namun masih juga kurus, coba perhatikan aktivitas fisiknya. Jika anak memang beraktivitas fisik secara aktif, maka wajar anak memiliki bobot yang rendah. Pasalnya, kalori yang diharapkan dapat menambah bobotnya terbakar akibat aktivitas fisik, seperti bermain, berlari, melompat, dsb.

Namun jika tidak ada masalah dengan faktor genetik dan aktivitas, orang tua bisa mencoba untuk mengkonsultasikan masalah tersebut pada dokter spesialis anak. Pasalnya, anak yang kurus juga dapat disebabkan oleh penyakit kronis seperti gastrointestinal kronis, yakni pendarahan di bagian saluran pencernaan. Gangguan lain seperti masalah paru-paru, masalah saraf seperti Cerebral Palsy, masalah kromosom seperti Down Syndrome, atau kelainan hormon juga bisa menjadi salah satu penyebab berat badan anak Anda tidak bertambah.

Meski begitu, jangan biarkan omongan dari keluarga dan tetangga membuat Anda merasa khawatir, cemas, bahkan stres. Lebih baik segera konsultasikan pada dokter spesialis anak agar mendapatkan solusi yang tepat terkait masalah kurus karena gizi yang buruk. Penting juga bagi para keluarga dan masyarakat pada umumnya untuk tidak buru-buru menilai perkembangan anak orang lain, karena hal itu bisa menjadi tekanan tersendiri bagi sang ibu. Lagipula, bobot yang rendah pada anak belum tentu dilatarbelakangi gizi yang buruk.

Referensi:

Detikcom. 25 Oktober 2019. Stres Diancam Dicerai Suami, Motif Ibu Gelonggong Anak hingga Tewas. Detik.com

Miles, Karen. ______. Failure to gain weight in children. babycentre.comKanigel, Rachele. Skinny Kids, Ages 3-12. healthday.com