Beberapa waktu yang lalu masyarakat sempat dihebohkan oleh isu penghapusan mata pelajaran agama di sekolah. Isu tersebut bermula dari viralnya sebuah video yang menampakkan seorang perempuan yang melakukan kampanye di Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam video tersebut, tampak seorang ibu yang tengah berbicara tentang nasib pendidikan agama di sekolah.

Isu penghapusan pelajaran agama langsung dibantah oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin. Kepada CNN Indonesia, dia menegaskan bahwa tidak mungkin negara menghapuskan pendidikan agama dari kurikulum sekolah.

Indonesia sendiri memang bukan negara agama yang menjadikan agama sebagai dasar hukum yang berlaku di negara tersebut layaknya Arab Saudi dan Vatikan. Meski begitu, Indonesia tak lantas memisahkan antara urusan bernegara dan beragama. Pelantikan Kepala negara maupun pejabat negara Indonesia hingga kini disumpah berdasarkan agama dan keyakinannya.

Selain itu, Indonesia juga memiliki lembaga pemerintah yang mengakomodasi kepentingan penganut agama-agama yang diakui di Indonesia (Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu). Salah satu peran pemerintah dalam mengakomodasi kepentingan umat beragama adalah dengan menyelenggarakan pendidikan agama.

Komitmen pemerintah dalam menyelenggarakan mata pelajaran agama tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007 pasal 3 dan 4.

“Setiap satuan pendidikan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan wajib menyelenggarakan pendidikan agama.

“Pendidikan agama pada pendidikan formal dan program pendidikan kesetaraan sekurang-kurangnya diselenggarakan dalam bentuk mata pelajaran atau mata kuliah agama.

“Setiap peserta didik pada satuan pendidikan di semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan berhak mendapat pendidikan agama sesuai agama yang dianutnya dan diajar oleh pendidik yang seagama.”

Isu mata pelajaran agama di negara lain

Sementara itu, seperti dikutip dari Netralnews.com, Jerman, Denmark, Irlandia Utara, India, Singapura dan Wales, tidak memasukkan mata pelajaran agama di kurikulum pendidikannya. Bahkan Singapura telah menghapuskan pelajaran agama di sekolah sejak 22 tahun silam.

Setiap negara memiliki alasannya masing-masing untuk tidak memasukkan pelajaran agama sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah. Namun ada satu kesamaan alasan negara-negara tersebut tidak memasukkan pendidikan agama di sekolah. Mereka menempatkan agama sebagai urusan pribadi setiap warga, bukan urusan sekolah.

Kendati demikian, Singapura tetap memfasilitasi setiap warga negaranya yang menghendaki adanya pendidikan agama. Hanya saja, pendidikan agama dilaksanakan di luar jam sekolah. Hal itu disampaikan oleh Mohamad Shamsuri, peneliti Lee Kuan Yew School of Public Policy di Universitas Nasional Singapura kepada NU Online.

Di Jerman sendiri, mata pelajaran agama Islam mulai diajarkan di sekolah-sekolah. Bahkan diberlakukannya pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah di Jerman mendapat dukungan dari pemimpin Gereja Protestan Jerman, Uskup Heinrich Bedford-Strohm.

Seperti dikutip dari VOA Indonesia, Uskup Heinrich menyerukan agar Islam diajarkan di sekolah-sekolah negeri di seluruh negara, sebagai salah satu cara untuk membuat anak-anak muda Muslim tahan terhadap “godaan fundamentalis”.

Sementara itu, alih-alih menghapuskan mata pelajaran agama, Australia justru mengevaluasi kurikulum pendidikan nasionalnya. Salah satu hasil dari evaluasi tersebut adalah diperkuatnya pendidikan agama di sekolah-sekolah di Australia.

Evaluasi ini dilakukan menyusul keprihatinan sejumlah kalangan yang menilai kurikulum pendidikan di Australia terlalu condong ke kiri alias sekuler. Menurut salah satu anggota tim evaluasi, Kevin Donnelly, kurikulum Australia saat ini terlalu sekuler dan seharusnya warisan Yudeo-Kristen harus tercermin secara baik di dalam kurikulum.

Terlepas dari agama adalah urusan pribadi atau tidak, Jerman justru sedang mulai memasukkan pendidikan agama Islam di sekolah. Sementara itu, Australia malah ingin memperkuat pendidikan agama di sekolah.

Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi Indonesia untuk menghapus mata pelajaran agama di sekolah. Meskipun asumsi bahwa pendidikan agama di sekolah belum berhasil membentuk moral anak, urusan pribadi bukan alasan yang tepat untuk menghapus mata pelajaran agama dari kurikulum.  Jika urusan pribadi menjadi alasan yang kokoh untuk menghapus mata pelajaran agama di sekolah, seharusnya Anda bisa terhindar dari tilang saat mengendarai sepeda motor tanpa helm karena ‘urusan pribadi’.

Referensi:

Ishaq, Zainal. 2 Juli 2019. [Fakta atau Hoaks] Benarkah Pemerintah Akan Menghapus Pelajaran Agama Dari Sekolah?. https://cekfakta.tempo.co/fakta/319/fakta-atau-hoaks-benarkah-pemerintah-akan-menghapus-pelajaran-agama-dari-sekolah

Satya, Maruta. 21 November 2017. Negara-Negara Agama di Dunia. https://www.libgar.com/2017/11/negara-negara-agama-di-dunia.html

Moubarok, Husni. 2 September 2016. Sesat Pikir “Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler”. https://geotimes.co.id/kolom/sesat-pikir-bukan-negara-agama-bukan-negara-sekular/

Dickson.______. Agama-agama di Indonesia. https://ilmupengetahuanumum.com/agama-agama-di-indonesia/

Peraturan Pemerintah republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.

Syakir, NF & Faizin, Muhammad. 16 Januari 2017. Cara Singapura Terapkan Pendidikan Agama dan Cegah Ekstremisme. https://www.nu.or.id/post/read/101564/cara-singapura-terapkan-pendidikan-agama-dan-cegah-ekstremisme

Detikcom. 12 Januari 2014. Pendidikan Agama di Australia Didesak Diperkuat. https://news.detik.com/abc-australia/d-2465345/pendidikan-agama-di-australia-didesak-diperkuat-

Sutanto, Ricky. 13 Juni 2017. Belajar dari Negara Lain dalam Menerapkan Pendidikan Agama. https://www.netralnews.com/news/corner/read/81600/belajar-dari-negara-lain-dalam-menerapkan-pendidikan-agama

VOA Indonesia. 31 Mei 2016. Uskup Jerman Usulkan Pelajaran tentang Islam di Semua Sekolah Negeri. https://www.voaindonesia.com/a/uskup-jerman-usulkan-pelajaran-tentang-islam-di-semua-sekolah-negeri/3355042.html