Seorang laki-laki yang sudah berkeluarga, tentu akan memiliki setidaknya dua orang perempuan yang berharga dalam hidupnya. Yakni ibu yang telah melahirkan dan mengurusnya sejak kecil, dan istri yang akan menemani hidupnya dalam suka dan duka. Pastinya tidak asing lagi mendengar pertanyaan harus lebih mengutamakan ibu atau istri.

Laki-laki yang sudah berkeluarga memiliki dua tanggung jawab. Pertama tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan kepala keluarga bagi istrinya. Kedua, tanggung jawabnya sebagai seorang anak untuk menafkahi dan merawat orang tuanya. Kedua hal itu harus dilakukan secara adil dan seimbang. 

Nah, yang sering menjadi pertanyaan adalah jika seorang laki-laki telah beristri dan ibunya masih diberikan umur yang panjang, manakah yang harus ia dahulukan kepentingannya? Apakah ibu yang telah melahirkan dan mengurusnya sejak kecil atau istri yang senantiasa setia menemani hidupnya dalam suka dan duka?

Sebenarnya, ini merupakan pertanyaan yang sudah memiliki jawaban yang jelas. Namun, bila suami tidak bisa bersikap adil dan seimbang bisa menjadi sumber masalah rumah tangga, karena harus memilih dari dua pilihan yang tidak bisa dibandingkan. Sudah sangat jelas jika opsi pilihan tersebut adalah ibu atau istri, pasti jawaban yang benar adalah memilih ibu. Coba baca dengan seksama artikel ini.

Orang Tua Adalah Anugrah dan Istri Adalah Pilihan Hidup

Orang tua adalah anugerah terbesar yang dimiliki oleh setiap anak. Mereka adalah sosok yang paling berjasa dalam hidup kita sebagai anak. Tanpa adanya mereka, seorang anak tidak akan terlahir dan hidup di dunia seperti sekarang ini.   Oleh karena itu, sebagai seorang anak kita sudah sepantasnya bersyukur atas keberadaannya. Mensyukuri berbagai kebaikan dan jasa-jasa yang telah diberikan kepada kita sebagai anaknya.  Hal itu juga sebagai bentuk rasa terima kasih kita kepada mereka yang telah mengurus dan mendidik kita hingga dewasa. 

Faktanya, orang tua adalah anugrah yang tidak bisa kita pilih. Kita tidak bisa memilih untuk lahir menjadi anak siapa dan dari keluarga mana. Kita juga tidak bisa menuntut paras, status sosial, bahkan latar belakang pendidikan orang tua kita.

Jika orang tua adalah anugrah, maka istri adalah pilihan. Sudah jelas bahwa kita tidak bisa memilih orang tua. Namun, seorang laki-laki bisa memilih perempuan seperti apa yang akan menjadi istrinya. Apakah perempuan pintar, cantik, rajin atau sholehah, atau perempuan yang mendekati kriteria. 

Dikutip dari merdeka.com ada tiga prinsip yang harus diingat oleh laki-laki: pertama, suami wajib mengayomi dan melindungi istri beserta anak. Akan tetapi suami masih harus mengutamakan ibu kandungnya ketimbang istri. Kedua, kewajiban istri adalah mematuhi semua perkataan suami. Istri tidak lagi memiliki tanggung jawab untuk harus mematuhi perkataan orang tua kandungnya, karena tugas istri adalah patuh terhadap suami. Seorang istri harus ingat bahwa suaminya memiliki kewajiban mengutamakan ibu kandungnya ketimbang dirinya. Ketiga, sebagai orang tua dari suami, harus sudah berpikir bahwa sang Anak kini sudah memiliki rumah tangga. Orang tua tidak diperkenankan mempengaruhi semua keputusan yang akan diambil oleh anaknya karena sudah ada batasan-batasan baru ketika sudah berumah tangga.

Jadi, Apakah Kalian Masih Bingung Pilih Ibu atau Istri?

            Setelah membaca paparan di atas, kalian pasti sudah mulai menyadari jawaban dari pertanyaan yang kadang membuat laki-laki bingung. Dari paparan tersebut, sudah sangat jelas bahwa ibu adalah orang yang lebih diutamakan daripada istri. Namun bukan berarti seorang suami bebas menelantarkan istri demi ibunya.

Ibu dan istri memiliki kedudukan yang sama, keduanya harus diutamakan dan dimuliakan. Seorang ibu setelah anaknya berkeluarga tidak berhak memengaruhi segala keputusan yang akan diambil oleh anaknya.

Penulis: Alfina Wulan Suci Ramadhani / Gambar: jcomp