Melatih bayi makan sendiri perlu dilakukan sedini mungkin. Sering kali orang tua terlalu fokus memikirkan apa yang dimakan oleh bayinya daripada memikirkan bagaimana bayinya makan. Meskipun asupan nutrisi terbilang penting bagi awal tumbuh kembang bayi, namun cara bayi mengonsumsi asupan tersebut juga perlu diperhatikan.

Kendati menyuapi bayi merupakan kegiatan yang intim dan menyenangkan, namun ada kalanya orang tua harus mengambil langkah mundur dan membiarkan bayi berproses secara mandiri. Kemandirian yang dimaksud di sini adalah kemandirian bayi dalam makan dan minum sendiri.

Berdasarkan tabel perkembangan kemampuan motorik halus anak yang dirilis oleh KidSense, bayi sudah mampu makan sendiri dengan bantuan minim di usia 1 hingga 2 tahun. Tentunya kemampuan ini merupakan proses yang berkembang dari kemampuan menggenggam dan mencapit benda yang muncul di usia 6 hingga 12 bulan.

Sayangnya, dalam beberapa kasus, banyak orang tua yang menunda melatih bayi untuk makan sendiri dengan alasan kebersihan. Pada proses belajarnya, memang sudah pasti bayi akan menumpahkan makanan atau minuman yang disajikan di depannya. Namun sekali lagi, hal tersebut merupakan proses belajar bayi.

Padahal, meja makan atau baju yang kotor bisa dibersihkan. Sedangkan proses motorik yang terlewatkan akan mempengaruhi gerakan anak hingga ia tumbuh besar nanti. Orang tua perlu menentukan prioritas mereka dalam mengasuh bayinya. Tentunya, proses belajar bayi lebih penting daripada baju yang bernoda atau makanan yang terbuang sia-sia.

Meskipun proses melatih bayi makan sendiri membutuhkan kesabaran yang ekstra, namun manfaatnya sangatlah berguna untuk kehidupan anak kelak. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya:

Meningkatkan kemampuan menggenggam bayi

Di awal proses melatih bayi makan sendiri, Anda bisa memulainya tanpa alat makan seperti sendok dan garpu. Biarkan bayi menggunakan tangannya untuk mengambil makanan dan memasukkannya ke mulutnya sendiri. Melalui proses ini, perlahan bayi akan belajar mengenai berbagai tekstur makanan yang berbeda dan melatih keterampilannya dalam menggenggam.

Melancarkan koordinasi tangan dan penglihatan bayi

Menyendok bubur dengan sendok, menusuk buah dengan garpu, hingga mengarahkan makanan ke mulut, semuanya membutuhkan koordinasi yang baik antara mata dan tangan. Dengan proses makan yang berulang, bayi akan terlatih dalam koordinasi antara anggota tubuhnya.

Meningkatkan kepekaan indera raba bayi

Tekstur makanan yang bervariasi (lembek, keras, encer, kental, dingin, panas) berguna untuk melatih indera peraba bayi. Karena bayi merasakan tekstur makanan tersebut dengan tangan dan mulutnya, indera sentuhnya akan terlatih untuk lebih peka terhadap berbagai tekstur yang berbeda.

Melatih bayi makan sendiri dapat meningkatkan kemandirian

Kemandirian merupakan aspek yang penting dalam masa kanak-kanak. Dengan dipelajarinya keterampilan makan sendiri, bayi mampu mengontrol sendiri porsi makan yang ia inginkan dan berhenti makan kapan pun ia mau. Kemampuan mengontrol nafsu makan ini penting untuk menjaga kesehatan anak di pertumbuhannya kelak.

Melatih bayi makan sendiri dapat memperkuat otot rahang dan mulut bayi

Belajar untuk makan dari sendok yang lebar atau minum dari gelas terbuka mampu melatih bayi menjaga kestabilan rahangnya serta memperkuat otot lehernya ketika ia mendongakkan kepalanya untuk minum atau makan.

Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk melatih bayi untuk makan atau minum secara mandiri sejak dini. Anda bisa memulai mengajarkan bayi makan sendiri ketika bayi sudah mampu duduk tanpa topangan.

Referensi

Coley, R. (2015, March 7). TEACHING BABY TO FEED HIMSELF: WHY IT’S WORTH THE MESS & HOW TO START TODAY. Diambil kembali dari CanDo Kiddo

KidSense. (2019). Fine Motor Development Chart. Diambil kembali dari Kid Sense

Renae. (2018, November 2). HOW TO TEACH YOUR BABY TO USE A SPOON. Diambil kembali dari New Ways Nutrition