Penyakit kulit merupakan masalah yang sangat mengganggu bagi orang tua maupun anak-anak. Baru-baru ini, salah satu orang tua mengisahkan keadaan anaknya yang terkena penyakit kulit yang membuat anaknya gelisah. Oleh karena itu, tim imaos ingin berbagi tentang 5 penyakit kulit yang sering membuat balita gelisah.

Hal ini karena banyaknya orang tua baru yang masih belum bisa mengenali berbagai macam ancaman kesehatan untuk anaknya, termasuk penyakit kulit. Bagi orang dewasa, penyakit kulit mungkin bukan masalah yang krusial. Tapi bagi anak-anak atau balita, penyakit kulit bisa membuat mereka gelisah, hilang nafsu makan, bahkan sampai tidak bisa tidur.

Tim imaos lalu melakukan observasi dari beberapa orang tua yang anaknya pernah mengalami penyakit kulit. Dari hasil observasi tersebut, setidaknya ada 5 penyakit kulit yang sangat common sense di kalangan balita. Berikut ini adalah 5 penyakit kulit yang sering terjadi pada balita.

5 Jenis Penyakit Kulit Balita

1. Flu Singapore (Coxsackie)

Penyakit kulit flu singapore ini sering dikenal juga dengan Kaki, Tangan Mulut (KTM) atau Head, Foot, Mouth, Disease (HFMD). Dilihat dari namanya, jenis penyakit ini menyerang bagian kaki, tangan, dan mulut bayi. Penyakit ini disebabkan oleh virus RNA yang mengakitbatkan ruam dan bintik-bintik pada kaki, tangan, dan mulut.

Gejala yang muncul dari penyakit ini adalah demam, sakit leher, tidak nafsu makan, pilek, ruam di bagian kaki, tangan, dan mulut. Biasanya, balita akan demam selama 2-3 hari saat penyakit ini menyerang. Bahkan, jika kondisi balita yang kurang baik dapat memunculkan sesak nafas dan kejang-kejang.

2. Eksim

Eksim atau yang dikenal juga sebagai dermatitis adalah salah satu penyakit kulit yang sering menyerang balita. Penyakit kulit ini juga menurun dari orang tua yang memiliki riwayat penyakit yang sama. Penyakit eksim menyerang dengan peradangan yang menyebabkan pembentukan lepuh (vesikel) pada kulit hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan.

Ada tiga jenis eksim yang dikenal dalam ilmu kedokteran, yakni jenis atopik, kontak, numular, dan stasis. Atopik adalah jenis eksim yang merupakan penyakit turunan; kontak adalah jenis alergik yang disebabkan oleh reaksi kekebalan tertunda; numular adalah jenis eksim yang biasanya berhubungan dengan kulit kering; dan statis adalah jenis eksim kronis pada daerah bawah kaki bagian dalam.

Gejala munculnya eksim ringan mengakibatkan daerah kulit halus memerah kering, bersisik, menimbulkan gatal, dan biasanya menyerang pada kaki atau lengan. Eksim akut menyebabtkan gatal yang intens pada bagian depan siku, belakang lutut, dan wajah. Pada musim dingin, eksim akan menjadi parah karena kondisi kulit yang mengering.

3. Hives (Urtikaria)

Penyakit kulit ini sangat sering juga terjadi di kalangan para balita. Penyakit hives atau urtikaria ini sering dikenal sebagai biduran, yakni kondisi kelainan kulit yang merupakan reaksi vaskular terhadap alergi dengan ciri-ciri kulit kemerahan dan penonjolan kulit.

Ada banyak penyebab dari munculnya penyakit kulit ini. Beberapa yang sering muncul akibar adanya reaksi obat, ketidaksesuaian makanan, sengatan serangga, investasi parasit, genetik, psikis, dan penyakit sistemik.

4. Roseola (Sixth Disease)

Penyakit ini memang terkesan indah namanya, tapi penyakit ini cukup mengkhawatirkan banyak orang tua. Roseola adalah salah satu penyakit kulit yang sering menyerang balita usia 6 sampai 24 bulan. Meskipun tidak berbahaya, Roseola ini menimbulkan rasa yang sangat tidak nyaman bagi anak.

Roseola ini disebabkan oleh infeksi virus herpes. Dengan kata lain, penularan penyakit ini terjadi melalui percikan air ludah atau ingus penderita yang terhirup atau tertelah oleh orang lain. Beberapa gejala yang muncul akibat serangan Roseola ini adalah demam tinggi selama 3-5 hari, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan nafsu makan yang hilang.

5. Biang Keringat

Penyakit kulit ini mungkin menjadi paling populer dari semua penyakit kulit yang ada. Penyakit ini juga disebut sebagai miliaria atau ruam yang gatal, bintik-bintik merah kecil yang menyengat pada kulit. Penyakit ini sering terjadi di wajah, leher, punggung, dada, dan paha.

Penyebab dari penyakit ini adalah tersumbatnya keringat yang berlebih pada kulit. Jadi, biasanya kelenjar keringan bercampur dengan sel-sel kulit mati atau staphylococcus epidermis sehingga menyebabkan iritasi yang rasanya menusuk, gatal, ruam, hingga melepuh.

Biang keringat ini memang tidak membahayakan tetapi sangat mengganggu sekali. Munculnya penyakit ini tidak hanya sekadar di musim panas saja tetapi saat musim dingin pun seorang balita dapat mengalami biang keringat. Oleh karena itu, orang tua perlu memilihkan pakaian yang nyaman dipakai oleh anak.