Sebagian besar balita mengalami fase clingy, yakni fase kala anak menjadi terlalu lekat dengan orang tuanya. Fase ini dapat dilihat ketika anak mudah menangis ketika tidak ada orang tua di sisinya. Atau ketika balita enggan melepas gandengan tangan atau terus memeluk kaki orang tuanya di tempat ramai. Ada juga yang enggan makan jika tidak disuapi oleh orang tuanya.

Respons si balita yang terlalu lekat ini pun bermacam-macam. Ada yang menangis, tantrum, bahkan hingga mengamuk.

Sebesar apapun kasih sayang orang tua terhadap anak, perilaku balita yang terlalu lekat ini bisa membuat banyak orang tua pusing, bahkan hingga stres. Tak hanya orang tua—jika tidak ditangani dengan benar, balita pun bisa mendapat dampak negatif dari perilaku ini.

Oleh karena itu, berikut adalah beberapa tips merespon balita yang terlalu lekat atau clingy pada orang tuanya. Silahkan dibaca!

1. Jangan hukum maupun mengabaikan balita yang terlalu lekat

Banyak orang tua yang tidak paham bahwa perilaku balita yang terlalu lekat ini adalah hal yang wajar. Sehingga akhirnya banyak orang tua yang memilih mengatasinya dengan 2 cara yang sama buruknya: menghukum atau mengabaikan anak.

Cara ini salah. Jika Anda ingin anak lekas beranjak dari fase clingy-nya, memberinya hukuman bukanlah solusi. Justru pemberian hukuman pada anak sementara anak tidak merasa melakukan kesalahan akan membuat anak menjadi takut dan justru menjauh dari Anda. Mengabaikan pun sama tidak efektifnya. Mengabaikan tidak serta-merta membuat perilaku balita yang terlalu lekat menjadi sirna. Malah justru bisa membuat anak makin clingy.

2. Selalu berikan penjelasan

Kejelasan itu penting. Ketidaktahuan akan suatu hal bisa membuat siapapun menjadi resah dan takut, termasuk juga pada balita yang terlalu lekat. Misalnya, ketika anak bangun tidur dan Ayahnya tidak ada di rumah. Bagi anak yang clingy, hal ini bisa membuatnya resah dan panik.

Ketika Anda akan meninggalkan anak untuk sementara waktu, pastikan Anda menjelaskan pada anak kenapa Anda harus pergi dan untuk berapa lama. Beri penjelasan sedetil mungkin. Misal ketika Anda perlu pergi ke dokter, tapi Anda tidak bisa mengajak anak. Sebelum Anda pergi, jelaskan pada anak mengapa Anda perlu pergi. Berikan anak perasaan tenang.

3. Berikan pujian pada balita yang terlalu lekat

Kelekatan bukanlah sesuatu yang negatif. Justru perilaku balita yang terlalu lekat menjadi bukti atas koneksi batin yang terjalin antara anak dan orang tuanya. Bukti bahwa anak merasa orang tua adalah tempat yang aman dan nyaman baginya.

Oleh karena itu, ketika anak mencoba menunjukkan rasa sayangnya pada Anda—meskipun dengan cara yang clingy—cobalah berikan pujian untuk anak. Tunjukkan bahwa Anda menghargainya dan membalas rasa cintanya.

Selain itu, ketika anak berhasil lepas sementara dari orang tua tanpa menangis atau mengamuk, berilah anak pujian atau hadiah guna menguatkan sikap tersebut.

4. Kesempatan untuk bersosialisasi dengan orang lain

Cara paling sederhana untuk melatih balita agar tidak terlalu lekat dengan orang tua adalah dengan membiasakan anak bermain dengan orang lain. Entah itu dengan anak balita sebayanya atau dengan orang dewasa lain yang Anda percayai. Biarkan ia digendong oleh orang lain yang Anda percayai.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba memasukkan anak ke daycare atau PAUD untuk membiasakan dirinya bersosialisasi dengan balita lain.

5. Jadilah contoh yang baik bagi balita yang terlalu lekat

Anak belajar dari orang tuanya. Terkadang sikap balita yang terlalu lekat justru menjadi cerminan dari sikap orang tuanya. Banyak orang tua yang seringkali terlalu khawatir dan terlalu protektif terhadap buah hatinya, sehingga sang anak juga ikut resah dan khawatir kala terpisah dari orang tuanya.

Saat Anda meninggalkan anak untuk sementara, cobalah sebisa mungkin untuk bersikap tenang. Jangan tunjukkan ekspresi cemas ataupun sedih. Jadilah contoh bagi balita Anda. Jika orang tua santai, maka anak juga akan mencontohnya.

6. Dorong kemandirian

Meski fase balita yang terlalu lekat ini merupakan hal yang wajar, bukan berarti Anda bisa membiarkannya terus-menerus terjadi hingga menjadi budaya. Tentunya Anda tidak ingin anak Anda terus clingy pada orang tuanya hingga ia remaja, bukan?

Oleh karena itu, ajarilah balita Anda untuk mandiri sejak dini. Dorong anak untuk melakukan banyak hal secara mandiri secara perlahan. Salah satu contohnya adalah mengajarkan anak untuk makan sendiri, menggosok gigi sendiri, hingga tidur di kamarnya sendiri.

Kesimpulannya, balita yang terlalu lekat perlu disikapi dengan bijak dan tepat. Pahami konteks sebelum merespon sang buah hati. Apakah mungkin balita Anda sedang beradaptasi dengan lingkungan baru? Apakah ia memiliki ketakutan yang Anda tidak ketahui? Cari tahu dan kenali buah hati sebelum menyimpulkan apa yang terjadi. Selamat mencoba tips di atas!

Referensi

Tasner, M. (2019, Maret 15). What are the Best Tips for Parents with A Clingy Toddler? Diambil kembali dari The Pillars

Westrupp, E. (2019, Juni 6). Is my child being too clingy and how can I help? Diambil kembali dari The Conversation