Mengakrabkan kucing dengan bayi merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi orang tua pencinta kucing. Tidak jarang pasangan yang baru menikah memutuskan untuk memelihara hewan peliharaan bersama-sama sebagai bentuk latihan sebelum memutuskan untuk mengasuh seorang bayi manusia.

Dalam beberapa kasus, kucing menjadi pilihan banyak orang. Selain karena penampilannya yang gemas, kucing juga banyak dipilih karena ukurannya yang kecil dan pembawaannya yang lebih santai ketimbang anjing.

Nah, kali ini Imaos akan membahas bagaimana jika kucing peliharaan anda tiba-tiba harus siap kedatangan makhluk baru di rumah Anda, yakni bayi Anda tercinta. Tentunya anda ingin buah hati dan peliharaan Anda hidup dengan harmonis bukan? Silahkan disimak!

1. Biasakan dan latih kucing dengan hati-hati sebelum bayi lahir

Seketika Anda tahu bahwa si bayi sudah ada dalam kandungan, maka tidak ada salahnya Anda mulai melatih beberapa hal pada kucing peliharaan Anda. Salah satunya ialah membiasakan kucing Anda dengan kondisi selayaknya di rumah sudah ada bayi. 

Coba perdengarkan kucing berbagai rekaman suara anak agar si kucing terbiasa dan tetap tenang nantinya dengan adanya suara-suara tersebut. Selain pendengaran, kucing juga memiliki indera penciuman yang tajam. Anda juga bisa mencoba membiarkan kucing mengendus produk-produk bayi seperti minyak telon atau bedak bayi.

Anda juga perlu mengatur ulang tata ruang si kucing agar tidak terlalu berdekatan dengan ruangan yang akan anda siapkan untuk bayi nantinya. Mulai atur ulang pembiasaan tempat makan dan buang air si kucing. Alangkah lebih baiknya jika anda menentukan letak makan dan buang air kucing di tempat yang nantinya sulit untuk diraih oleh bayi anda yang perlahan tumbuh.

2. Perkenalan pertama

Nah, begitu tiba saatnya Anda mempertemukan si bayi dan si kucing untuk pertama kali, Anda harus menyiapkan segalanya dengan baik. Ada baiknya anda melakukan proses perkenalan ini di ruangan yang tenang dan bukan merupakan ruang milik si kucing (misal tempat kucing tidur atau buang air).

Mulai dengan membawa bayi dalam gendongan tangan Anda dan biarkan si kucing perlahan mendekat dan mengendus si bayi. Kucing Anda mungkin akan terlihat penasaran selama beberapa saat, lalu kemudian kembali cuek. Bisa jadi juga kucing Anda malah takut dan kabur dari si bayi. Ini adalah hal normal. Biarkan si kucing mengambil jarak aman dan mengenal si bayi dengan sendirinya.

3. Pastikan higienis!

Karena kekhawatiran akan kesehatan dan kebersihan, tidak jarang banyak orang yang memilih untuk mengadopsikan kucingnya ke orang lain saat mereka memiliki bayi. Salah satu ketakutan terbesar orang-orang biasanya ialah infeksi parasit Toxoplasmosis yang dapat membahayakan kehamilan. Kucing dapat mengidap parasit ini jika ia memangsa hewan liar seperti mamalia kecil atau burung. Maka dari itu akan lebih baik jika anda mengatur pemberian makan kucing Anda dan biarkan kucing Anda beraktifitas di dalam rumah saja.

Selain itu, pastikan kucing anda selalu bersih dari cacing dan kutu. Mandikan kucing dan bersihkan kotoran kucing secara rutin. Pastikan Anda selalu mencuci tangan setelah menyentuh kucing sebelum mengurus si buah hati.

4. Jaga dan awasi interaksi kucing dengan bayi

Jangan letakkan bayi Anda di lantai dengan si kucing dan jangan pernah meninggalkan si bayi berdua dengan si kucing tanpa pengawasan. Pastikan juga tempat tidur si bayi tertutup agar si kucing tidak bisa mengakses si bayi ketika bayi tidur.

Ketika waktu bermain pun Anda perlu selalu mengawasi si bayi. Jangan biasakan membiarkan si bayi menyentuh si kucing, karena rasa ingin tahu bayi yang tinggi dapat memungkinkan bayi Anda untuk menyentuh bagian tubuh kucing yang mungkin dapat memicu amarah si kucing.

5. Beri ruang untuk masing-masing

Pastikan ruang bermain si bayi bebas dari akses si kucing, dan juga sebaliknya. Pastikan juga anda memisahkan mainan anak dan mainan si kucing. Anda tidak perlu memaksakan bayi Anda untuk langsung akrab dengan si kucing. Biarkan mereka sibuk dengan dunianya masing-masing, dan biarkan waktu yang mengakrabkan mereka. Yang terpenting adalah menjaga kesehatan dan keamanan si bayi setiap saat.

Referensi

Blue Cross for Pets. (2013, May). How to introduce your cat to your baby. Diambil kembali dari Pet advice: blue cross for pets: https://www.bluecross.org.uk/pet-advice/how-introduce-your-cat-your-baby