Apakah anak Anda terpantau tidak doyan makan? Pada usia balita, anak membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Hanya saja, seringkali orang tua mendapati anaknya tidak mau makan. Kalaupun mau makan, anak hanya makan sedikit.

Sebenarnya ada banyak alasan yang membuat anak tidak mau makan. Sebagian besar balita akan berada pada fase di mana dia hanya mau makan makanan tertentu saja. Selain itu, anak juga tidak mau makan barangkali karena terlalu asyik bermain atau karena masih merasa kenyang.

Kondisi seperti itu merupakan hal yang normal dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang mereka. Jika Fams mengalami masalah dengan balita yang tidak doyan makan, silahkan ikuti kiat-kiat berikut ini.

1. Biasakan makan bersama

Usahakan untuk makan bersama dengan anak balita Anda. Mencari waktu yang tepat untuk makan bersama mungkin sulit jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja. Akan tetapi, cobalah meluangkan waktu, setidaknya pada saat makan malam untuk makan bersama.

Pada waktu makan bersama, anak balita Anda akan belajar tentang makanan baru dengan cara melihat kedua orang tuanya makan. Pada saat makan bersama, cobalah tunjukkan betapa Anda menikmati santap malam bersama.

2. Biarkan anak makan sendiri agar ia doyan makan

Membiarkan anak makan sendiri akan memberinya kesempatan untuk menyentuh makanan dengan tangannya. Tentu saja hal itu bisa membuat tangan dan pakaian anak menjadi kotor. Namun dengan cara itu anak balita bisa belajar mengenai rasa dan tekstur makanan yang berbeda. Selain itu, membiarkan anak makan sendiri juga akan melatih keterampilan motorik halus dan koordinasi antara tangan dan mulutnya.

3. Berikan porsi kecil

Perut anak balita tentu sangat berbeda dengan perut orang dewasa. Memberikan makanan dengan porsi besar, jelas akan berisiko membuat makanan tidak habis dan terbuang percuma. Melihat porsi yang terlalu banyak juga akan membuat balita kehilangan selera makannya.

4. Libatkan balita dalam mengolah makanan

Untuk balita yang lebih tua, Fams bisa mengajaknya mengolah makanan. Anda bisa mengajaknya berbelanja bahan makanan di supermarket atau pasar. Mungkin anak balita Anda akan menemukan sesuatu yang ingin dia makan di sana. Setelah itu, biarkan dia membantu Anda di dapur. Buat dia melakukan hal-hal sederhana, seperti menyiapkan bahan-bahan makanan dan meletakkan piring di atas meja makan. 

Kegiatan memasak bersama akan mendorong rasa penasaran balita untuk segera mengetahui cita rasa makanan, di mana dia terlibat dalam pembuatannya.

5. Jangan pernah memaksa anak menghabiskan makanan jika ia tidak doyan makan

Sah-sah saja untuk memberikan semangat agar anak mau menghabiskan makanannya. Namun jangan pernah memaksa anak untuk menghabiskan makanannya ketika dia sudah benar-benar kenyang. Lagipula, dia juga perlu menyisakan ruang di perutnya untuk minuman. 

Memaksa anak untuk menghabiskan makanannya ketika kenyang akan meninggalkan pengalaman buruk baginya. Anak akan merasa ketakutan saat waktu makan tiba.

Saat anak sudah merasa kenyang, biasanya ia akan menutup mulutnya rapat-rapat dan memalingkan wajahnya saat ditawari makanan, menolak untuk makan, dan memuntahkan makanannya, bahkan hingga menangis dan menjerit.

6. Jangan beri camilan sebelum dan sesudah makan agar ia tetap doyan makan

Memberikan camilan dekat dengan waktu makan bisa membuat anak balita terlalu kenyang untuk menghabiskan makan siang dan malamnya. 

Sebenarnya masalah tidak doyan makan merupakan bagian dari proses pembelajaran dan terjadi pada hampir semua anak. Namun jika dibiarkan, anak tidak akan mendapatkan nutrisi harian yang cukup. Semoga kiat-kiat di atas dapat menjadi solusi, sehingga anak perlahan kembali makan dengan lahap. 

Referensi:

Babycenter.co.uk._____. How to cope with feeding a fussy toddler. https://www.babycentre.co.uk/