Tips Youtube Aman Untuk Anak. Siapa yang tidak kenal dengan aplikasi Youtube? Youtube adalah sebuah situs web berbagi video yang dibuat oleh tiga mantan karyawan PayPal pada Februari 2005, sebelum akhirnya dibeli oleh Google pada November 2006. Situs web ini memungkinkan pengguna mengunggah, menonton, dan berbagi video.

Kini keberadaan Youtube begitu populer. Kebanyakan konten di Youtube adalah hasil kreasi dan unggahan individu. Walau perusahaan media besar pun saat ini telah menggunakan Youtube untuk kegiatan streaming acara mereka.

Sebagai situs berbagi video, yang begitu populer. Youtube sebenarnya telah melakukan banyak aturan atau pedoman bagi komunitas Youtube. Pedoman komunitas yang berlaku baik bagi pengguna atau pun para konten kreator.

Kebijakan dan Keamanan Youtube sebagai pedoman para konten kreator sangat jelas, melarang berbagai hal: 1. Konten seksual atau ketelanjangan, 2. Konten yang merugikan atau berbahaya, 3. Konten yang mengandung kebencian, 4. Konten kekerasan atau vulgar, 5. Pelecehan dan cyberbullying, 6. Keselamatan Anak, dan berbagai larangan lainnya. Lebih lengkap dapat melihat melalui laman berikut. Kebijakan dan Keamanan Youtube

Keamanan Anak di Youtube

Youtube sangat konsen terhadap keamanan dan keramahan video yang ada di situs web mereka terhadap anak. Salah satunya, dengan mengeluarkan kebijakan keamanan anak di Youtube.

Kebijakan keamanan anak di Youtube ini, sebagai peringatan bagi konten kreator untuk tidak membuat konten yang dilarang berkaitan dengan anak-anak.

Berikut adalah beberapa contoh konten yang dilarang di Youtube yang berkaitan dengan kebijakan Keamanan Anak di Youtube.

1. Video yang menampilkan anak di bawah umur melakukan aktivitas dan tantangan yang bersifat provokatif, seksual, atau menjurus ke arah seksual, seperti berciuman atau meraba-raba.

2. Video yang menampilkan anak di bawah umur melakukan aktivitas berbahaya, seperti adegan aksi fisik, menggunakan senjata atau bahan peledak, atau menggunakan zat yang dikendalikan peredarannya, seperti alkohol atau nikotin.

3. Video dengan tag seperti “untuk anak-anak” yang menampilkan kartun untuk keluarga tapi menayangkan tindakan yang tidak pantas, seperti menyuntikkan jarum.

Perlu diingat bahwa ini hanya beberapa contoh, dan jangan memposting konten jika menurut Anda dapat melanggar kebijakan ini.

Aplikasi yang dibuat khusus untuk anak-anak.

Youtube juga telah menghadirkan aplikasi Youtube Kids aplikasi Youtube khusus untuk pengguna anak-anak. Video yang ada di aplikasi Youtube Kids juga di desain ramah untuk anak-anak, dan disesuaikan dengan perkembangan anak, usia, dan juga ketertarikan anak.

Youtube Kids dibuat untuk menyediakan lingkungan yang lebih terkontrol bagi anak-anak, sehingga lebih mudah dan menyenangkan bagi mereka untuk menjelajah sendiri, dan lebih mudah bagi orang tua serta pengasuh untuk memandu perjalanan mereka ketika menemukan minat baru yang menarik di sepanjang prosesnya.

Bagaimana Agar Anak Tetap Aman Menggunakan Youtube?

Sebagai orang tua kita tentu bisa menerapkan aturan waktu menonton televisi atau Youtube untuk anak. Namun, tidak semua orang tua memiliki waktu yang cukup untuk menemani mereka di kala menonton atau menggunakan Youtube.

Keterbatasan pengawasan terhadap apa yang ditonton anak, bisa berakibat fatal, yaitu anak mengakses konten yang tidak layak untuk usia mereka. Tentu hal ini tidak ingin terjadi pada anak kita.

Bagaimana cara agar anak  kita tidak mengakses konten yang tidak sesuai? Karena keterbatasan kita dalam mengawasi setiap detik apa yang mereka tonton. Maka sebaiknya kita melakukan pembatasan waktu menonton dan juga pembatasan pada aplikasi Youtube yang mereka gunakan.

1. Tips Youtube Aman Untuk Anak Aktifkan Restricted Mode

Restricted Mode atau Mode Terbatas merupakan fitur resmi dari Youtube yang memberikan filter khusus agar konten dewasa tidak muncul di dalam layanan Youtube.

Filter Restricted Mode ini tidak sepenuhnya mencegah konten dewasa muncul, namun hanya memperkecil probabilitas kemunculan konten dewasa di Youtube kita. Akan tetapi Restricted Mode masih terbilang cukup efektif untuk mencegah munculnya konten dewasa.

Fitur Restricted Mode ini tersedia di Youtube berbasis desktop maupun Aplikasi Youtube smartphone. Cara mengaktifkan fitur ini pun sangat mudah. Berikut adalah panduannya.

Cara Mengaktifkan di Web Youtube / Youtube Desktop

1. Kunjungi situs Youtube di komputer. Klik ikon foto profil di sisi kanan atas layar.
2. Akan terbuka menu baru, di bagian paling bawah klik Restricted Mode.
3. Setelah itu, klik Activate Restricted Mode.
4. Youtube akan langsung memuat ulang, tandanya Restricted Mode sudah aktif.

Cara Mengaktifkan di Aplikasi Youtube

1. Buka aplikasi Youtube di smartphone, kemudian tap ikon foto profil di bagian kanan atas.
2. Setelah itu pilih opsi Settings bergambar roda gigi.
3. Kemudian pilih General di bagian paling atas.
4. Setelah itu, gulir ke bawah lalu aktifkan Restricted Mode (Mode Terbatas).
5. Halaman Youtube biasanya akan dimuat ulang untuk mengaplikasikan pengaturan.

2. Blokir Channel dan video yang tidak layak

Cara selanjutnya agar Youtube untuk anak kita aman dari konten yang tidak layak adalah dengan cara memblokir Channel dan video yang tidak ramah anak. Sayangnya, fitur blokir Channel dan video belum hadir di Youtube.

Youtube baru memiliki fitur pelaporan jika kita menemukan video yang dianggap melanggar pedoman komunitas. Keputusan untuk memblokir tetap ada di pihak Youtube.

Tenang, kita masih bisa melakukan blokir Channel dan video yang tidak layak dengan memanfaatkan ekstensi Video Blocker. Ekstensi ini hanya bisa dimanfaatkan bagi kita yang mengakses Youtube melalui web desktop.

Bagai Fams yang ingin menggunakan ekstensi Video Blocker dapat menginstal melalui link berikut. Silakan disesuaikan dengan web browser yang digunakan: Ekstensi Video Blocker Google Chrome. Ekstensi Video Blocker Mozilla Firefox.

3. Tips Youtube Aman Untuk Anak Subscribe ke Channel anak-anak

Algoritma Youtube pada dasarnya akan menampilkan rekomendasi tontonan berdasarkan apa yang kita tonton sebelumnya atau apa yang kita minati melalui tindakan subcribe Channel.

Maka sebagai orang tua, sebaiknya kita memilihkan Channel yang ramah untuk anak kita, seperti Channel yang berisi lagu anak, video pembelajaran untuk anak, video dongeng anak, dan video yang ramah untuk anak.

Ketika kita melakukan subcribe ke Channel dengan tema anak-anak, maka algoritma akan merekomendasikan tontonan yang sejenis, yaitu tontonan yang bertemakan anak-anak.

4. Gunakan aplikasi Youtube Kids

Seperti telah kita bahas di atas, bahwa Google secara resmi telah merilis aplikasi bernama Youtube Kids. Sesuai namanya, aplikasi ini secara khusus didesain hanya untuk menampilkan konten yang sesuai bagi anak.

Aplikasi Youtube Kids bisa ditemukan di Google Play Store dan App Store. Serta dapat diakses melalui web desktop dengan mengunjungi laman Youtube Kids.

Apa saja fitur yang ditawarkan Youtube Kids? Antara lain sebagai berikut:
1. Mematikan kolom pencarian guna mencegah anak mencari konten lain2. Timer agar anak tidak menonton video terlalu lama3. Filter video berdasarkan usia anak4. Blokir dan lapor video yang tidak relevan5. Streaming video ke TV untuk ditonton bersama keluarga

5. Tips Youtube Aman Untuk Anak Tetap Lakukan Pengawasan

Tips Youtube Aman Untuk Anak. Berbagai upaya dapat kita lakukan untuk mencegah anak-anak terpapar konten yang tidak layak. Kita bisa memasang berbagai filter, membuat algoritma yang sesuai dengan rekomendasi video seperti yang kita harapkan, melakukan pemblokiran dan pembatasan, namun tetap saja ada celah munculnya konten tidak layak bagi anak.

Youtube sudah mendesain misalnya Youtube Kids, tapi kita sebagai orang tua harus secara berkala untuk terus melakukan pengawasan. Lakukan cek akun Youtube yang kita gunakan untuk anak-anak kita. Di luar sana, kita tidak pernah tahu, keberadaan konten kreator ‘nakal’ yang mempermainkan algoritma Youtube untuk menghadirkan tontonan yang tidak sesuai untuk anak-anak.

Demikian pembahasan Tips Youtube Aman Untuk Anak, semoga bermanfaat dan dapat diterapkan oleh Fams. Tidak mudah memang untuk menjaga anak kita dari paparan konten yang tidak layak, baik itu melalui televisi atau situs video seperti halnya Youtube. Karenanya, sebagai orang tua kita harus bisa mengawasi dan upgrade pengetahuan teknologi agar dapat memanfaatkan fitur yang ada untuk kebaikan anak-anak kita.