5 Cara Mengatasi Anak Suka Jajan Dengan Baik dan Benar! Hai Fams apa kabar? Jika Fams sampai pada artikel ini, tentu persoalan Fams adalah perihal kebiasaan jajan anak yang mulai tidak terkontrol. Anak memang gemar jajan, karena kandungan rasa pada jajan sering kali membuat rasa ketagihan. Tidak heran jika anak bisa marah ketika tidak diberi izin untuk jajan.

Fams tentu menginginkan anak mengonsumsi pangan sehat. Itu salah satu sebab mengapa Fams memberi batasan jajan anak. Terlebih ketika anak mulai besar, ketika jarak bermain mereka mulai tidak sekedar dilingkungan rumah. Fams menjadi khawatir, jajanan apa yang dikonsumsi anak.

Ketika anak di sekolah misalnya, apakah jajanan yang dikonsumsi anak benar-benar higienis? Apakah tidak menimbulkan dampak negatif jangka panjang? Kadang membayangkan yang demikian membuat orang tua khawatir dan ngeri.

Apa yang dapat kita lakukan? Tentu dengan memberikan pengertian mengenai pangan sehat, bagaimana langkahnya? Berikut adalah cara mengatasi anak yang suka jajan dengan baik dan benar!

1. Membuat Daftar Jajanan Yang Boleh dan Tidak Boleh

Cara mengatasi anak suka jajan yang pertama adalah dengan membuat kesepakatan bersama anak. Ini sebagai bentuk menanamkan komitmen, anak harus diberi pemahaman tentang pentingnya mendiskusikan segala sesuatu dan menepati komitmen yang telah dibuat.

Maka Fams bisa membuat komitmen bersama anak, menanyakan kepada anak, jajanan apa yang biasa dia beli, apa yang paling dia sukai, bersama-sama menulis dalam daftar jajanan anak.

Selanjutnya Fams bisa melihat kebiasaan jajan anak, apakah yang mereka konsumsi berbahaya? Atau setidaknya meragukan kebersihan dan kesehatannya? Jika demikian maka jajanan tersebut masuk pada lis jajanan yang tidak boleh dimakan.

Berikan pengertian pada anak tentang apa yang boleh dan tidak boleh. Selain itu Fams bisa memberi rekomendasi jajanan sehat, dan juga memberi daftar jajanan yang tidak boleh dibeli oleh anak.

Memberikan pemahaman tentang jajanan atau pangan sehat pada anak ini tentu memerlukan ketekunan. Maka Fams harus rajin melakukan cek dan kontrol terhadap apa yang dikonsumsi anak. Melakukan cek apakah anak benar-benar berkomitmen dengan janjinya, bisa dengan diam-diam menanyakan pada pengasuh atau guru ketika di sekolah.

2. Cara Mengatasi Anak Suka Jajan Dengan Membatasi Uang Jajan Anak

Mengapa anak jajan? Karena anak diberi uang jajan atau uang saku. Maka cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kebiasaan jajan anak adalah dengan mengurangi uang saku.

Keputusan untuk mengurangi uang jajan ini harus pelan-pelang. Karena anak bisa salah paham, dan merasa tidak lagi disayang karena dikurangi uang jajannya.

Langkah ini misalnya dapat dilakukan ketika ternyata anak kita tidak menepati komitmen untuk tidak jajan sembarangan. Maka sejak awal membuat komitmen perlu ada kesepakatan yaitu pengurangan uang jajan jika anak melanggar komitmennya.

3. Cara Mengatasi Anak Suka Jajan Dengan Membawakan Bekal Olahan Jajan Sehat

Fams bisa membuatkan jajanan sehat sendiri. Tentu anak memiliki jajanan kesukaan, nah Fams bisa menanyakan dan kemudian melibatkan anak untuk membantu menemani ketika membuat jajanan sehat.

Melibatkan anak dalam membuat jajanan sehat ini juga selain memberikan pembelajaran mengenai memasak, tentu berguna untuk membangun kedekatan anak dan orang tua.

Dengan orang tua membuatkan bekal olahan jajan sehat maka anak bisa terhindar dari jajan sembarangan. Selian itu tentu orang tua harus berkreasi dengan jajanan yang beragam agar anak tidak cepat bosan.

4. Dampingi Anak Dalam Memilih Jajanan

Cara mengatasi anak suka jajan adalah dengan mengetahui dari mana asal usul jajanan yang disukai anak? Salah satunya melalui iklan, di mana anak terpapar iklan? Bisa dari gawai atau televisi, maka dampingi anak dalam memilih jajan.

Ketika anak menonton televisi dan ada iklan jajanan, orang tua dapat membuka percakapan, apakah anak pernah mencoba jajanan itu? Cari tahu bagaimana pengalaman mereka, mengapa mereka membeli, dan apakah ada rasa ketagihan?

Kemudian jika produk yang dibeli ternyata belum sesuai usianya atau tidak baik untuk dikonsumsi jangka panjang, maka orang tua wajib memberikan pengertian.

Tidak ada salahnya mengajak anak untuk berbelanja bulanan. Biarkan anak memilih jajan yang mereka mau. Temani, dan beri pengertian, ajari anak membaca komposisi dan kandungan nutrisi.

5. Memastikan Anak Dalam Kondisi Kenyang Ketika Akan Pergi Bermain

Mengapa anak jajan? Salah satunya ketika anak merasa lapar atau haus. Maka pastikan anak dalam kondisi kenyang ketika akan keluar rumah, entah untuk bermain apa lagi ketika akan pergi sekolah atau les.

Memastikan anak kenyang sebelum bermain, selain akan menjaga kesehatan juga dapat mengurangi keinginan anak untuk jajan ketika pergi bermain.

Ada baiknya, kembali pada uang jajan. Ketika bermain, anak tidak diperkenankan membawa uang, entah itu uang tabungan dia sendiri, atau pun uang sisa dari uang saku sekolah.

Nah, dengan menerapkan Cara Mengatasi Anak Suka Jajan Dengan Baik dan Benar di atas, semoga Fams bisa secara pelan-pelan menanamkan pemahaman pentingnya jajan dan pangan sehat kepada buah hati.

Apakah Fams punya cara lain? Punya tips lain? Silakan bagikan di kolom komentar. Untuk berbagai tips menarik seputar orang tua dan anak, siakan kunjungi rubrik IMAOSPEDIA, rubrik khusus pembahasan berbagai tips menarik orang tua dan anak. Terima kasih, salam.